Belajar dari Pemprov Jabar, Pemerintah Malaysia Fokus Bangun Integrasi Data Seperti Jabar Command Center
Sumber : pikiran-rakyat.com
BANDUNG, 21 Oktober 2025 – Pemerintah Malaysia terus memperkuat transformasi digital dan tata kelola pemerintahan berbasis data. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi sorotan adalah komitmen untuk membangun integrasi data nasional dengan meniru model sukses Jabar Command Center (JCC) — pusat kendali pintar milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dikenal sebagai pionir digitalisasi pemerintahan daerah di Indonesia.

Langkah ini menjadi hasil pembelajaran langsung dari kegiatan MTalent International Outreach Programme (IOP): Transformasi Organisasi Melalui Pendekatan Tadbir Urus Bersepadu (TUBE©) yang digelar oleh M Talent Training & Consultancy Services Sdn. Bhd. (MTalent) di Bandung, Indonesia dengan didampingi tim dari ASITA Jabar. Program internasional ini diikuti oleh 21 pejabat tinggi dari berbagai kementerian dan lembaga pemerintahan Malaysia untuk mendalami tata kelola data, digitalisasi layanan publik, serta praktik integrasi sistem lintas instansi.
Menurut Dato’ Dr. Musa Ali, CEO MTalent sekaligus pelopor konsep Tadbir Urus Bersepadu (TUBE©), digitalisasi pemerintahan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal bagaimana data dikelola secara terpusat dan dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan strategis. “Kami melihat Jawa Barat sebagai contoh terbaik bagaimana integrasi data dapat mempercepat pelayanan publik, memperkuat transparansi, dan meningkatkan efisiensi administrasi,” ujarnya.

Program MTalent International Outreach Programme (IOP) juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman dengan tokoh-tokoh Indonesia seperti Ir. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc. (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung), Rahan Yama Gusta (Head of IT Network and Infrastructure, Jakarta Smart City), dan Darto, A.P. (Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Bandung).
Selain mengunjungi Jabar Command Center, peserta juga mengikuti sesi diskusi bersama YBhg. Dato’ Hamdan Bahari, anggota Dewan Penasihat MTalent, yang menekankan pentingnya komunikasi efektif dan kepemimpinan berbasis data dalam administrasi publik modern.
Di akhir program, seluruh peserta menerima sertifikat kelulusan dan menandatangani komitmen kerja sama pembelajaran lintas batas (learning beyond borders) antara Malaysia dan Indonesia.

Melalui pembelajaran dari Jawa Barat, Malaysia kini berupaya membangun sistem tata kelola pemerintahan yang lebih cerdas, transparan, dan berbasis data. Keberhasilan Jabar Command Center menjadi bukti bahwa integrasi data bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi fondasi bagi efisiensi birokrasi dan pelayanan publik yang lebih adaptif.
Sebagaimana disampaikan Dr. Musa Ali, “Transformasi organisasi yang efektif tidak bisa hanya berhenti pada visi. Ia harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Dan Bandung menunjukkan kepada kami bagaimana visi digital bisa diwujudkan dengan hasil yang nyata.”
"Jarak dan biaya jadi faktor alasan bagi kami belajar dari Bandung dan Jawa Barat karena kalau ke Estonia (eropa) jauh dan mahal," ucap Dato' Musa Ali.
Estonia diketahui sebagai salah satu negara yang mampu menerapkan e-government yang dapat diakses masyarakatnya secara terbuka dan Pemprov Jawa Barat di era Ridwan Kamil pun akhirnya menerapkan ini hingga lahirlah Jabar Digital Service. Dua produk yang tetap dipakai hingga sekarang adalah aplikasi Sapa Warga (Jabar Super Apps) dan Jabar Command Center.
Hubungi kami untuk maklumat lanjut tentang program, modul dan sistem yang MTalent tawarkan.